Menjual Keperawanan

3:53 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)


Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang
petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan
pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah
langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang
agak di pojok.
Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus
dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya
tapi,wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak
ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri.
Adakah seseorang yang sedang ditunggunya. Petugas satpam itu mulai
berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari
mangsa di hotel ini.
Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.
Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:
'' Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang? "
'' Tidak! '' Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.
'' Lantas untuk apa anda duduk di sini?"
'' Apakah tidak boleh? '' Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..
'' Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami.''
'' Maksud, bapak? "
'' Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini ''
'' Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang,
izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual ''
Kata wanita itu dengan suara lambat.
'' Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini? '' Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu.
Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawabrosur.
'' Ok, lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''
'' Saya ingin menjual diri saya, '' Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.
'' Mari ikut saya, '' Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan
tangannya. Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada
secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu
melangkah mengikuti petugas satpam itu. Di koridor hotel itu terdapat
kursi yang hanya untuk satu orang. Disebelahnya ada telepon antar
ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi
penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.
'' Apakah anda serius? ''
'' Saya serius '' Jawab wanita itu tegas.
'' Berapa tarif yang anda minta? ''
'' Setinggi-tingginya. .' ''
' Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.
'' Saya masih perawan ''
'' Perawan? '' Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat.
Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih
hari ini.
Pikirnya '' Bagaimana saya tahu anda masih perawan?''
'' Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan ...''
'' Kalau tidak terbukti? "
'' Tidak usah bayar ...''
'' Baiklah ...'' Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik
kekiri dan ke kanan. '' Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang
ingin membeli keperawanan anda. '' '' Cobalah. ''
'' Berapa tarif yang diminta? ''
'' Setinggi-tingginya. ''
'' Berapa? ''
'' Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa? ''
'' Baiklah.. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya.''
Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.
'' Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Ini termasuk yang tertinggi, '' Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.
'' Saya ingin yang lebih tinggi...''
'' Baiklah. Tunggu disini ...'' Petugas satpam itu berlalu.Tak berapa
lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.
'' Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana? ''
'' Tidak adakah yang lebih tinggi? ''
'' Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila
anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau
andai perawananda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan
mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan
menikmati layanan hotelberbintang untuk semalam dan keesokan paginya
anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda
juga telah berbuat baikterhadap saya. Karena saya akan mendapatkan
komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama
butuh ... ''
'' Saya ingin tawaran tertinggi ... '' Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.
Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.'' Baiklah,
saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya.Tolong
kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing
mata orang untuk membeli. '' Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.
Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap
mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift. Pintu kamar hotel
itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur
tersenyum menatap mereka berdua.
'' Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat? " Kata petugas satpam itu dengan sopan.
Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu...'' Berapa? '' Tanya pria itu kepada Wanita itu.
'' Setinggi-tingginya '' Jawab wanita itu dengan tegas.
'' Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang? '' Kata pria itu kepada sang petugas satpam.
'' Rp.. 6 juta, tuan ''
'' Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam.''
Wanita itu terdiam. Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawabanbagus dari wanita itu.
'' Bagaimana? '' tanya pria itu.
''Saya ingin lebih tinggi lagi ...'' Kata wanita itu.
Petugas satpam itu tersenyum kecut.
'' Bawa pergi wanita ini. '' Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.
'' Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual? ''
'' Tentu! ''
'' Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ... ''
'' Saya minta yang lebih tinggi lagi ...''
Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia
pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat
wanita itu merasa nyaman bersamanya.
'' Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba mencari penawar yang lainnya. ''
Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria
yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita
melaluinya. Sudahsekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun,
tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara
lewat telepongenggamnya.
'' Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah
itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara.Wajah pria itu
nampak masam seketika
'' Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''
Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan
wanita. Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada
kekesalan di wajahpria itu.
Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu: '' Pak, apakah anda butuh wanita ... ??? ''
Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.
'' Ada wanita yang duduk disana, '' Petugas satpam itu menujuk kearah
wanita tadi. Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan
peluang ini.
"Dia masih perawan..''
Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter.
'' Benarkah itu? ''
'' Benar, pak. ''
'' Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ... ''
'' Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi tingginya.'' '
'' Saya tidak peduli ... '' Pria itu menjawab dengan tegas. Pria itu menyalami hangat wanita itu.
'' Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ....'' Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.
'' Mari kita bicara di kamar saja.'' Kata pria itu sambil menyisipkan
uang kepada petugas satpam itu. Wanita itu mengikuti pria itu menuju
kamarnya.
Di dalam kamar ...'' Beritahu berapa harga yang kamu minta? ''
'' Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit ''
'' Maksud kamu? ''
'' Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih .... ''
'' Hanya itu ...''
'' Ya ...! ''
Pria itu memperhatikan wajah wanita itu.. Nampak terlalu muda untuk
menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula
menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung
gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini
sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai.
Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan
untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal.. Wanta ini tidak melawan
gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada
kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan
selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara
terhormat.
'' Siapa nama kamu? ''
'' Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ... '' Kata wanita itu
'' Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar. ''
''Kalau begitu, tidak ada kesepakatan! ''
'' Ada ! " Kata pria itu seketika.
'' Sebutkan! ''
'' Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari
kamu.Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu
ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah ... '' Kata pria itu sambil
menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.
'' Saya tidak mengerti ...''
'' Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya .Dia menikmati
semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu
memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi
hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang
gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan
yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ...''
'' Dan, apakah bapak ikhlas....? ''
'' Apakah uang itu kurang? ''
'' Lebih dari cukup, pak ... ''
'' Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal? ''
'' Silahkan ...''
'' Mengapa kamu begitu beraninya ... ''
'' Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ...Tapi lebih dari seminggu
saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit
dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual
kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula
pertimbangan akal saya yang `bodoh` ... Saya hanya bersikap dan berbuat
untuk sebuah keyakinan ... ''
'' Keyakinan apa? ''
'' Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah
yang akan menjaga kehormatan kita .... '' Wanita itu kemudian melangkah
keluarkamar.
Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata: '' Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ... ''
'' Kesadaran... ''
... . .Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.
'' Kamu sudah pulang, nak ''
'' Ya, bu ... ''
'' Kemana saja kamu, nak ... ???''
'' Menjual sesuatu, bu ... ''
'' Apa yang kamu jual?'' Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi
wanita muda itu hanya tersenyum ...Hidup sebagai yatim lagi miskin
terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah
ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang
berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa
dielakan.. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan.
....
'' Kini saatnya ibu untuk berobat ... ''
Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata: '' Tuhan telah membeli yang saya jual... ''.
Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan
rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan
berkata kepada supir taksi:
'' Antar kami kerumah sakit ...''

Kisah Mengharukan Anak Yang Mencoret Mobil Ayahnya

3:51 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)


Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

True Story : Seorang ibu meninggal slth 38 thn merawat putrinya yg koma

3:31 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)






Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali ... Sepenggal syair lagu itu benar-benar mengena pada sosok ibu asal AS ini. Wanita berusia 80 tahun itu selama berpuluh-puluh tahun merawat putrinya yang mengalami koma. Sampai akhirnya ibu penuh kasih itu meninggal, mendahului putrinya yang hingga saat ini masih terbaring dalam koma berkepanjangan. Kaye O'Bara menutup mata untuk selamanya di rumahnya di Miami Gardens, Florida. Kamar yang selama ini ditempatinya bersama putrinya, Edwarda sejak 1970 silam. Kaye meninggal dalam tidurnya. Dia telah bertahun-tahun menderita penyakit jantung. Semasa hidupnya Kaye pernah berjanji tak akan pernah meninggalkan Edwarda yang ketika itu masih remaja. Janji itu dimulai sejak Edwarda jatuh koma akibat penyakit diabetesnya 38 tahun yang lampau. "Kami kira dia akan hidup melampaui kami semua. Wanita itu begitu kuat," kata keponakan Kaye, Pamela Burdgick seperti dilansir harian News.com.au, Sabtu (8/3/2008). Selama kurun waktu 38 tahun, kisah pengabdian Kaye kepada putrinya, Edwarda menarik simpati banyak orang. Para pengunjung yang jumlahnya tak terhitung lagi mendatangi rumah Kaye. Bahkan ada pula sebagian orang yang datang dari Jepang untuk ikut merayakan ulang tahun Edwarda. Kisah Kaye telah dituangkan dalam buku laris karya Dr. Wayne Dyer yang berjudul A Promise Is A Promise: An Almost Unbelievable Story of a Mother's Unconditional Love and What It Can Teach Us. Edwarda, penderita diabetes, mengalami flu sebelum Natal 1969. Beberapa hari kemudian kondisinya memburuk dan orangtuanya, Kaye dan suaminya, Joe, membanya ke rumah sakit. Beberapa saat sebelum Edwarda kehilangan kesadarannya, remaja putri itu sempat bertanya kepada ibunya: "Janji ibu tidak akan meninggalkan saya, janji ya?" Kaye pun berjanji tidak akan pernah meninggalkan anak perempuannya itu. Itulah kata-kata terakhir yang disampaikan Kaye sebelum anaknya koma berkepanjangan. Dan Kaye menepati janjinya. Kaye dengan teratur membalik tubuh putrinya tiap dua jam supaya tidak mengalami nyeri akibat berbaring terlalu lama. Kaye memberinya makan berupa campuran makanan bayi dan susu bubuk melalui tube, menyuntikkan insulin, memutar alunan musik, membacakan buku untuk Edwarda dan tak lelah berdoa di samping tempat tidur Edwarda supaya suatu hari nanti putrinya itu akan sadar kembali. Bagi Kaye, mengurus putrinya itu bukanlah beban, melainkan berkat. Kaye sangat yakin, Edwarda akan terbangun. "Bagi saya, dia hampir sadar. Kadang-kadang saya merasa mendengar dia bicara: Ibu, saya baik-baik saja," kata Kaye kepada media AS, Miami Herald beberapa waktu lalu. Namun kini Kaye telah pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan Edwarda yang masih terbaring koma entah sampai kapan. Adik Edwarda, Colleen O'Bara mengatakan, keluarga akan terus merawat Edwarda di rumah mereka. Sama seperti Kaye, Colleen juga yakin kakaknya itu akan sadar suatu hari nanti. Suami Kaye, Joe mengalami serangan jantung pada tahun 1972 dan meninggal dunia empat tahun kemudian. Sejak itu, Kaye mengurus Edwarda dengan menggunakan tunjangan sosial dari pemerintah dan dana pensiun suaminya, ditambah lagi dengan sumbangan dari orang-orang Link : http://www.detiknews.com/index.php/d...344/idkanal/10 klo ada yg mo ngucapin deep symphaty bisa lsg ke web nya lengkap klo mo tau whole story n foto" nya.... barusan dapet neh link nya: http://www.edwardaobara.com/

Pengorbanan Seorang Ibu

3:22 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)

Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih dari 70 tahun, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal di rumah jompo, karena kehadirannya tidak diinginkan. Masih teringat olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tersebut. Ayah dari anak tersebut minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Di samping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yang belum dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yang hamil sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahankannya, oleh sebab itu ia diusir dari rumah orang tuanya.

Selain aib yang harus di tanggung, ia pun harus bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan putrinya, tidak ada seorang pun yang mendampinginya. Ia tidak mendapatkan kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yang ia dapatkan hanya cemohan, karena telahelahirkan seorang bayi haram tanpa bapa. Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yang didapatkannya dari Tuhan di mana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan memberikan seluruh kasih sayang yang ia miliki hanya untuk putrinya seorang, oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih.

Siang ia harus bekerja berat di pabrik dan di waktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam, karena itu merupakan penghasilan tambahan yang ia bisa dapatkan. Terkadang ia harus menjahit sampai jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari itu adalah sesuatu kemewahan yang tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yang tercinta. Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, di samping itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.

Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yang seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yang tercinta, hanya yang terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian sampai dengan makanan.

Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca di luaran sangat dingin sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk putrinya, tetapi ternyata uang yang telah dikumpulkannya belum mencukupinya. Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri untuk keluar rumah dan bekerja. Sejak saat tersebut ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan hanya yang terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia tidak pernah absen bekerja demi putrinya yang tercinta.

Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan studinya diluar kota. Di sana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekerja hanya sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.

Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak diundang, bahkan kehadirannya tidaklah diinginkan. Ia duduk di sudut kursi paling belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan memberkati putrinya yang tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa ia sekarang telah mempunyai seorang cucu. Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya, tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya. Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan bertemu dengan anak dan cucunya, karena keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia melamar dengan menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga putrinya.

Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan diperbolehkan bekerja disana. Di rumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai babu dari keluarga tersebut. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan, bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.

Di rumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinya daripada dirinya sendiri. Di samping itu sering sekali dibentak dan dimaki oleh putri dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa sambil menangis di dlm kamarnya yang kecil di belakang dapur. Ia berdoa agar Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.

Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yang mengetahui siapa dirinya dirumah tersebut, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yang setia ini sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah jompo.

Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dengan putri kesayangannya. Uang pension yang ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung untuk putrinya, dengan pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan bantuannya.

Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi, tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yang ia dambakan sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat putrinya sekali lagi. Di samping itu ia ingin memberikan seluruh uang simpanan yang ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir untuk putrinya.

Suhu diluaran telah mencapai 17 derajat di bawah nol dan salujupun turun dengan lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah lagi, karena di luaran sangat dingin, tetapi Nenek tua ini tetap memaksakan diri untuk pergi ke rumah putrinya. Ia ingin betemu dengan putrinya sekali lagi yang terakhir kali. Dengan tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu datangnya bus berjam-jam di luaran. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak rumah jompo tempat di mana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu perjalanan yang jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yang berada dlm keadaan sakit.

Setiba di rumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah putrinya dan ternyata purtinya sendiri yang membukakan pintu rumah gedong di mana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yang diucapkan putrinya ? Apakah rasa bahagia bertemu kembali dengan ibunya? Tidak! Bahkan ia ditegor: "Kamu sudah bekerja di rumah kami puluhan tahun sebagai pembantu, apakah kamu tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu di belakang rumah!"

"Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yang terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena di luaran dingin sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!" kata wanita tua itu.

"Maaf saya tidak ada waktu, di samping itu sebentar lagi kami akan menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!" ucapan putrinya dengan nada kesal. Setelah itu pintu ditutup dengan keras. Ia mengusir ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis.

Tidak ada rasa kasih, jangankan kasih, belas kasihanpun tidak ada. Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau pinjam telepon di rumah putrinya "Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam teleponnya sebentar untuk menelpon ke kantor polisi, sebab di halte bus di depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!"

Wanita tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang putrinya yang tercinta yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.

Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari-hari tertentu. Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita hanya pada waktu hari Ibu saja "Mother's Day" sedangkan di hari-hari lainnya tidak pernah mengingatnya, boro-boro memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya waktu.

Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar daripada bunga maupun hadiah. Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?

Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.

When Mother prayed, she found sweet rest,
When Mother prayed, her soul was blest;
Her heart and mind on Christ were stayed,
And God was there when Mother prayed!
Our thanks, O God, for mothers
Who show, by word and deed,
Commitment to Thy will and plan
And Thy commandments heed.
A thousand men may build a city,
but it takes a mother to make a home.
No man is poor who has had a godly mother!

Surat Buat Mama

3:19 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)

Entah kenapa pagi ini aku berniat membangunkan Kak Mitha. Tidak biasanya, ku ingin mengajaknya salat subuh. Mungkin aku ingin dia berubah dan kembali ke jalanNya, atau... apa mungkin karena pertengkaran kemarin dengan mama?
Entahlah, tapi yang jelas, saat pikiranku masih berkutat, tanganku sudah mengayun untuk mengetuk pintu kamarnya.
" Kak..?"
Kutunggu balasan untuk beberapa saat. Hening.
" Kak?"
Aku memanggilnya untuk kedua kali. Kali ini dengan nada lebih tinggi.
Tetap hening. Tak satupun sahutan keluar dari dalam.
Ah, bodohnya aku. Sejak kapan Kak Mitha bisa bangun sepagi ini? Biasanya toh ia paling cepat bangun jam tujuh. Itupun jika ada kuliah di kampusnya.
Tapi tubuhku tidak mau berkompromi. Tetap saja kuketuk pintu kamarnya untuk ketiga kali.
" Kak, salat yuk...?"
Seperti yang kuduga. Tak ada satupun sahutan dari dalam. Biasanya kalau sudah seperti itu, aku akan membalikkan badan dan membiarkannya bangun sendiri. Aku sudah bertabiat seperti semua yang lain disini. Dingin, tak acuh dan masa bodoh dengan urusan orang. Karena itukah seisi rumah seperti neraka?
Diluar control, tanganku tiba-tiba begitu saja sudah menggamit gagang pintu. Aah, ini benar-benar bukan kebiasaanku. Aku tak terbiasa mencampuri urusan orang lain seperti ini karena itulah yang ditanamkan padaku semenjak bertahun-tahun yang lalu, saat papa memutuskan untuk meninggalkan mama beserta keempat orang anaknya. Sejak papa pergi, kehidupan disini semakin kacau. Kalau sebelumnya aku hanya mendengar pertengkaran orang tua dan membereskan perabotan yang pecah, namun sekarang, aku harus merasa maklum dan lazim melihat mama pulang jam tiga pagi dengan alasan meeting, meeting dan meeting . Ahh.... mungkin itu juga yang membuat Kak Mitha seperti ini? Berapa kali juga kupergoki Kakak membawa teman kencannya menginap di rumah? Aku harus menutup mata melihat itu semua karena.... karena.... apa sih yang bisa kulakukan untuk melarang mereka? Dari pekerjaan itu meereka mendapat uang, dari situ mereka membiayai kami untuk bertahun-tahun. Aku jadi teringat sekarang. Setiap kakak membawa teman-teman kencannya ke rumah, dua hal yang selalu ia pesankan padaku adalah : " jangan masuk kamarku dan jangan beritahu mama" . aku selalu mengiyakan permintaannya. Aku tak pernah sekalipun memberitahu mama ataupun memasuki kamarnya saat ia membawa pria. Bahkan seingatku, aku jarang sekali masuk ke kamarnya. Tak lebih dari lima kali semenjak papa pergi kurasa. Tapi sekarang ini?
Entahlah, mungkin rasa sayangku yang begitu besar padanya membuatku ingin membuka pintu kamar ini.
" Kak? " panggilku lagi sebelum kutarik gagang pintu.
"Hmm.. tidak dikunci...," batinku perlahan.
Dengan mudah kutarik gagang pintu yang nampak sudah semakin aus, sebeluma akhirnya kuulangi ucapanku.
" Kaak..., sa............" panggilanku terhenti disitu.
Aku terperangah.
" Kakak???!!!!"

Memoriku melayang kembali ke pertengkaran kak Mitha dan mama malam tadi.
" Sejak kapan kamu jadi pelacur, hahh??!!!!"
Sentakan mama malam itu membangunkan si kembar yang sedari tadi tertidur pulas. Aku mengintip jam dinding.
" Sudah pukul sebelas malam, " batinku masygul.
Kuputar keras-keras tape recorder di kamar lantas meninabobokan kembali si kembar dengan susah payah.
" mama sudah datang ya Kak?" tanya Nia sembari mengucek-ucek matanya.
"Iya, " aku mengangguk pelan.
" Tapi mama capek, jadi jangan diganggu. Kalian cepat tidur ya, besok kan musti sekolah"
Setelah cukup yakin bahwa mereka sudah terlelap, perlahan-lahan aku beringsut dari kamar, dan bersegera menuju ruang tengah. Aku mengendap-endap di bawah sofa dan mendengarkan apa yang sedang dipertengkarkan mereka berdua, kakakku dan Mama.
" mama denger dari sapa?"
" kamu nggak perlu tahu mama dapat info dari mana. Bener nggak???!!!!!!"
" kalo iya terus kenapa?" ujar kak Mitha menantang.
Plaakkk !!! tamparan keras mendarat di pipi kakak. Aku hanya bisa melihat. Aku tak pernah kuasa berbuat. Mama memang temperamen sekali. Apalagi kalau sedang marah, tak ada satupun di rumah ini yang berani membantahnya.
" mama berani menampar aku? Apa salahku ma? Memang aku pelacur tapi aku bangga bisa membiayai adik-adik dengan profesiku ini..."
" Apa kau bilang haaahhh??? Profesi katamu.... itu pekerjaan hina Tha, hina!!!!"
" Lantas, kenapa mama jadi pelacur juga?"
Bagai hantaman keras di tubuh mama, beliau langsung terdiam begitu saja. Amarahnya seketika luluh, yang tersisa hanyalah gurat ketakutan yang seolah meliputi seluruh jiwanya.
" mama... mama.... ma.. maaa... bukan pelacur..." ujarnya, sejurus kemudian.
" Oya? " sambung kakak, sedikit sinis.
" Lantas kenapa aku bisa jadi seperti ini kalau bukan karena mengikuti jejak mama?"
Plaaakkkk.
" mama bukan pelacur. Kalau mama sering pulang pagi itu karena ada meeting"
itu adalah ucapan mama yang terakhir karena setelah itu mama langsung menyeret tas kerjanya, dan pergi begitu saja.
" jangan pergi ma!!" teriak Kak Mitha.
" ada hal yang ingin kubicarakan, tolong "
Mama hanya menoleh sebentar sebelum melengus kesal.
" Kita tak pernah bisa bicara berdua, "
" Kenapa mama harus selalu menghindar dari masalah?"
" Ma... Maa!!!!!"
Kak Mitha menarik-narik rok mama, namun dengan tangkas mama menangkis tangannya.
" Braakkk!!!!" suara daun pintu dibanting.
Dan mama pun pergi, seperti malam-malam kemarin.


Untuk mama,
Dari anak yang sangat menyayangimu
Mitha

Mama hanya bisa sesenggukan membaca kop surat itu.
Mama, aku tahu ini akan membuat mama sedih tapi aku rasa inilah jalan terbaik yang bisa kulakukan untuk kita sekeluarga.
Aku sudah menjadi pecandu sejak dua bulan yang lalu. Aku tak tahan harus menghabiskan begitu banyak uang hanya untuk kokain yang telah begitu banyak menyiksaku. Aku memutuskan untuk berhenti Ma, dan kurasa sekali lagi, inilah jalan terbaik untukku.
Aku tahu kebutuhan ekonomi kita makin lama makin tinggi. Tia sebentar lagi kuliah dan si kembar sebentar lagi masuk SD. Sebenarnya aku bisa membantu mama untuk menghidupi mereka. Seperti yang sudah kuceritakan pada mama, pekerjaan sambilanku sebagai hostess bisa dibilang cukup untuk membantu mama menyekolahkan adik-adik. Tapi tidak lagi setelah aku kecanduan Ma! Uangku habis untuk nyabu dengan anak-anak, bahkan sering kurang. Untung aku belum ada keberanian untuk mencuri barang-barang di rumah kita seperti teman-temanku yang lain. Maka kurasa inilah jalan terbaik bagiku sebelum aku menyakiti mama lebih jauh.
Mama histeris setelah membaca baris itu. Surat sepanjang satu setengah halaman itu diremas-remasnya dengan gundah. Aku sendiri sibuk menenangkan si kembar yang sedari tadi bertanya-tanya kenapa mama menangis dan kenapa jasad kak Mitha terbujur kaku di ruang tengah.
Beberapa kali aku memergoki mama check in. Aku tak pernah menuntut mama untuk berkata jujur tapi aku sedih melihat mama bohong dari waktu ke waktu. Kalau memang itu pekerjaan mama, kenapa harus menutupinya dengan berpura-pura ke kantor tiap pagi? Mama tak pernah ke kantor, karena memang mama sudah tak bekerja disitu lagi. Kenapa harus berbohong padaku Ma? Kenapa?
Aku maklum jika mama menyembunyikan fakta itu dari Tia, karena dia terlalu kecil untuk memahami semua ini, tapi ma, kenapa mama harus menyembunyikan hal ini dariku? Aku bangga punya mama, apapun pekerjaan mama bagiku tak masalah. Karena berkat mama lah aku bisa mengenyam pendidikan. Aku tahu, banyak sudah yang mama korbankan untuk membuatku kuliah.
Mungkin terdengar konyol Ma, tapi sesungguhnya, Mamalah yang menginspirasiku untuk menjadi seorang hostess. Aku tahu mama kecewa sekali saat tadi aku mengatakan hal ini. Mama ingin aku menjadi gadis baik-baik, meneruskan kuliah dan mungkin membina rumah tangga, tapi aku tak bisa membiarkan adik-adik setiap saat mengeluh padaku tentang SPP nya yang menunggak, atau ngiri melihat teman-temannya jajan. Sungguh Ma, aku tak tega melihat mereka harus ikut menderita. Mereka masih kecil untuk ikut merasakan penderitaan keluarga, Ma!
Sungguh kepuasan tak terkira, saat melihat mereka berbinar-binar menerima uang saku dariku, saat mereka meloncat-loncat kegirangan kuajak ke swalayan, saat ada kado istimewa di hari ulang tahun mereka... ah... sungguh Ma, demi melihat semua itu, aku rela melakukan apapun! Aku tak peduli apa kata orang Ma, aku tak peduli!!
Maafkan aku Ma telah memilih jalan ini. Aku tahu aku salah, tapi aku tak bisa membiarkan mama semakin menderita dengan kehadiranku. Sudah kupilih jalan ini ma, maka ikhlaskan aku, dan kuharap mama bisa berubah. Aku tak ingin adik-adik menjadi seperti kita. Jaga mereka baik-baik.
Maaf,

Mitha
Mama kembali menjerit. Histeris. Aku menyuruh si kembar masuk ke kamarnya sebelum kuhampiri mama.
Kupeluk erat tubuhnya yang kelihatan sudah semakin menua.
" Aku juga sudah tahu apa kerja Mama dari dulu. Istri Om Bayu dulu pernah kesini dan melabrakku serta kakak. Tapi kami tidak tega memberitahu Mama"
Mama tertegun.
Aku menatapnya penuh kasih. Jujur aku merasa beruntung. Di tengah kemelut keluarga yang seakan tanpa ujung, sahabatku mengenalkan aku pada Remaja Mushala. Dari sini aku mulai kembali mengenal ajaran agama. Aku mulai rajin salat, suatu hal yang sudah kulupakan untuk waktu yang sangat lama.mereka memberiku siraman ruhani. Banyak... banyak sekali! Aku bersyukur tidak harus terjerumus dalam lembah yang gelap. Setiap aku merasa kusut, aku selalu melarikan diri pada mereka, menceritakan segala uneg-unegku dan dengan segenap hati mereka menuntunku untuk memasrahkan semuanya pada Allah. Sungguh jalan keluar yang terbaik.
Aku memang belum berjilbab seperti mereka karena aku merasa belum siap, tapi setidaknya, aku bersyukur tidak harus terjerumus ke pergaulan yang salah.
Aku melenguh. Kasihan kak Mitha...

Tanah pusara itu belumlah mengering. Mama hanya bisa mengamatinya dalam hampa. Melepaskan anak sulungnya kembali pada Tuhan bukan pekerjaan mudah. Polisi sebenarnya meminta mama untuk melakukan otopsi agar sebab kematian kakak jelas. Tapi mama menolaknya.
Ya Allah, apa yang bisa kulakukan untuk kakakku? Kenapa hidupnya harus berakhir seperti ini?
Aku jadi teringat salah satu doa yang sering diucapkan dalam salat.
" Bimbinglah kami ke jalan yang lurus. Bukan jalan orang-orang yang engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yang engkau sesatkan"
"Ya Allah, bolehkah aku meminta agar Engkau melindungi Kak Mitha?"

1000 Burung Kertas

2:43 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)

Sewaktu Joe dan Anna baru pacaran, Joe melipat 1000 burung kertas buat Anna, menggantungkannya di dalam kamar Anna. Joe mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.

Waktu itu, Anna dan Joe setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua.

Tetapi pada suatu saat, Anna mulai menjauhi Joe. Anna memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali-kali itu!!

Sewaktu Anna mau mutusin Joe, Anna bilang sama Joe, "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah.!!"

Setelah Anna pergi ke Perancis, Joe bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Sudah lewat beberapa tahun...
Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya , akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Anna, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Joe dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Anna.

Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Joe mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung,tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.

Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Joe tercengang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Anna tersenyum sangat manis terhadapnya.

Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuatkan Joe, dalam hujan burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.

Orang tua Anna memberitahu Joe, Anna tidak pergi ke paris, Anna terserang kanker, Anna pergi ke surga. Anna ingin Joe menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Joe dulu. Anna bilang dia sangat mengerti Joe, dia percaya kalau Joe pasti akan berhasil.

Anna mengatakan, kalau pada suatu hari Joe akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Joe langsung berlutut, berlutut di depan makam Anna, menangis dengan begitu sedihnya.

Hujan pada hari Valentine itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Joe. Joe teringat senyum manis Anna yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah.

Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Joe sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

Hatiku tidak pernah menyesal,
Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,
1000 ketulusan hatiku,
Beterbangan di dalam angin
Menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit,
Melewati sungai perak,
Apakah aku bisa bertemu denganmu?
Tidak takut berapapun jauhnya,
Hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu.
Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,
Menambah kerinduan di hatiku.
Bagaimanapun dicari,
Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.

Mawar Merah

2:39 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)

Mawar merah adalah kecintaannya, nama orangnya sendiri juga "Mawar". Dan setiap tahun suaminya selalu mengirimkan mawar-mawar itu, diikat dengan pita indah. Pada tahun suaminya meninggal dia mendapat kiriman mawar lagi. Kartunya tertulis "Be My Valentine like all the years before".

Sebelumnya, setiap tahun suaminya mengirimkan mawar,dan kartunya selalu tertulis, "Aku mencintaimu lebih lagi tahun ini, kasihku selalu bertumbuh untukmu seturut waktu yang berlalu."

Dia tahu ini adalah terakhir kali suaminya mengirimkan mawar-mawar itu. Dia tahu suaminya memesan semua itu dengan bayar di muka sebelum hari pengiriman. Suaminya tidak tahu kalau dia akan meninggal. Dia selalu suka melakukan segala sesuatu sebelum waktunya. Sehingga ketika suaminya sangat sibuk sekalipun, segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.

Lalu Mawar memotong batang mawar-mawar itu dan menempatkan semuanya dalam satu vas bunga yang sangat indah. Dan meletakkan vas cantik itu disebelah potret suaminya tercinta. Kemudian dia akan betah duduk berjam-jam dikursi kesayangan suaminya sambil memandangi potret suaminya dan bunga-bunga mawar itu.

Setahun telah lewat, dan itu adalah saat yang sangat sulit baginya. Dengan kesendiriannya dijalaninya semua. Sampai hari ini, Valentine ini...

Beberapa saat kemudian, bel pintu rumahnya berbunyi, seperti hari-hari Valentine sebelumnya. Ketika dibukanya, dilihatnya buket mawar di depan pintunya. Dibawanya masuk, dan tiba-tiba seakan terkejut melihatnya.

Kemudian dia langsung menelpon toko bunga itu. Ditanyakannya kenapa ada seseorang yang begitu kejam melakukan semua itu padanya, membuat dia teringat kepada suaminya... dan itu sangat menyakitkan ...

Lalu pemilik toko itu menjawabnya, "Saya tahu kalau suami Nyonya telah meninggal lebih dari setahun yang lalu. Saya tahu anda akan menelpon dan ingin tahu mengapa semua ini terjadi. Begini Nyonya, bunga yang anda terima hari ini sudah di bayar di muka oleh suami anda. Suami anda selalu merencanakannya dulu dan rencana itu tidak akan berubah. Ada standing order di file saya, dan dia telah membayar semua, maka anda akan menerima bunga-bunga itu setiap tahun. Ada lagi yang harus anda ketahui, dia menulis surat special untuk anda, ditulisnya bertahun-tahun yang lalu, dimana harus saya kirimkan kepada anda satu tahun kemudian jika dia tidak muncul lagi di sini memesan bunga mawar untuk anda. Lalu, tahun kemarin, saya tidak temukan dia di sini, maka surat itu harus saya kirimkan setahun lagi, yaitu tahun ini, surat yang ada bersama dengan bunga itu sekarang, bersama dengan Nyonya saat ini."

Mawar mengucapkan terima kasih dan menutup telepon, dia langsung menuju ke buket bunga mawar itu, sedangkan air matanya terus menetes. Dengan tangan gemetar diambilnya surat itu Di dalam surat itu dilihatnya tulisan tangan suaminya menulis:

"Dear kekasihku,

aku tahu ini sudah setahun semenjak aku pergi. Aku harap tidak sulit bagimu untuk menghadapi semua ini. Kau tahu, semua cinta yang pernah kita jalani membuat segalanya indah bagiku, kau adalah istri yang sempurna bagiku. Kau juga adalah seorang teman dan kekasihku yang memberikan semua kebutuhanku.

Aku tahu ini baru setahun... tapi tolong jangan bersedih... aku ingin kau selalu bahagia... Walaupun saat kau hapus air matamu... Itulah mengapa mawar-mawar itu akan selalu dikirimkan kepadamu. Ketika kau terima mawar itu, ingatlah semua kebahagiaan kita, dan betapa kita begitu diberkati...

Aku selalu mengasihimu... dan aku tahu akan selalu mengasihimu...

Tapi... istriku, kau harus tetap berjalan... kau punya kehidupan... Cobalah untuk mencari kebahagiaan untuk dirimu. Aku tahu tidak akan mudah tapi pasti ada jalan. Bunga mawar itu akan selalu datang setiap tahun... dan hanya akan berhenti ketika pintu rumahmu tidak ada yang menjawab dan pengantar bunga berhenti mengetuk pintu rumahmu... Tapi kemudian dia akan datang 5 kali hari itu, takut kalau engkau sedang pergi... Tapi jika pada kedatangannya yang terakhir dia tetap tidak menemukanmu... Dia akan meletakkan bunga itu ke tempat yang ku suruh... meletakkan bunga-bunga mawar itu ditempat dimana kita berdua bersama lagi.. untuk selamanya...

I LOVE YOU MORE THAN LAST YEAR,... HONEY..."

Sometimes in life, you find a special friend;
Someone who changes your life just by being part of it;
Someone who makes you laugh until you can't stop;
Someone who makes you believe that there really is good in the world;
Someone who convinces you that there really is an unlocked door just waiting for you to open it.

This is Forever Friendship ...

Berapa Besar Bobot Sebuah Do'a?

2:35 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)


Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.

John Longhouse, si pemilik supermarket,mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.
"Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang." John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.
"Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasannya.
Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata :
"Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."
Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan,
"Tidak perlu,Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?"
"Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.
"Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil,
"Aku tidak percaya pada yang aku lihat." Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum.
Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi.

Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek :
"Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu."
Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya.

Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

KEKUATAN SEBUAH DOA
Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu.
Stop pekerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebuah doa untuk dia yang telah mengirimkannya kepada anda.
Lalu, kirimkan cerita ini melalui e-mail ini kepada setiap orang atau sahabat yang anda kenal. Biarlah jaringan ini tidak terputus, karena DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA. Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna.

Sepi & No Music..

1:28 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)


Hari ini sepi bgt... ga ada music...
angker banget deh kayak kuburan...
lagian boss ku dah punya headset malah ngambil speakernya..
kesannya rugi banget dech klo gue yg pake...

sekalinya di stel cm 1 lagu.. itu pun pas 5 menit mau istirahat..
mana lagunya cm Bon Jovi..

sedih bgt...

mubazir deh tuh speaker...

gue ada Mp4, iPod, and HP.. tp klo terus2an dipake.. lama2 kan lowbatt..
menyedihkan....
ga mungkin donk gue mengorbankan Mp4, iPod and HP gue..???
walaupun sering gue play, abis bosen.. ga tahan klo sepi....

Hummmm,,,,,,,

Hadiah Terindah

3:20 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)

Kehadiran

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang
tak ternilai harganya.
Memang bisa juga hadir lewat surat, telepon, foto, atau faks.
Namun dengan berada di sampingnya, dapat berbagi perasaan,
perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif.
Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting.
Jadikan kehadiran sebagai pembawa kebahagiaan.


Mendengar

Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini.
Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan,
ketimbang mendengarkan
sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan
antar manusia amat
ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.
Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya,
secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan
hati.
Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan dalam keadaan betul-betul relaks
dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan.
Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi.
Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan memberikan
tanggapan yang tepat setelah itu.
Tidak harus berupa diskusi atau penilaian.
Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.


Diam

Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan.
Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang.
Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita
pada seseorang karena memberinya "ruang".
Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati,
mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.


Kebebasan

Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki
atau mengatur kehidupan orang bersangkutan.
Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ?
Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta.
Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu".
Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh
untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.


Keindahan

Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil
lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho.
Bahkan tak salah jika mengkadokannya tiap hari !
Selain juga keindahan penampilan pribadi.


Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran,
sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang
benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita.
Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus.
Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan
terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda.
Ingat-ingat pula, pernahkah memujinya.
Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf)
adalah kado indah yang sering terlupakan.


Kesediaan Mengalah

Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya pertimbangkan,
apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan
hanya gara-gara persoalan itu ?
Bila memikirkan hal ini, berarti siap memberikan kado "kesediaan mengalah".
Okelah, mungkin kesal atau marah karena telat datang memenuhi janji.
Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu
pertengkaran yang berlarut-larut ?
Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak
kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.


Senyuman

Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi
pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan,
pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.
Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan
dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali kita menghadiahkan senyuman
manis pada orang yang kita kasihi

Perlukah alasan aku mencintaimu?

3:16 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)

ce :
Mengapa kamu menyukai saya?
Mengapa kamu mencintai saya?
co :
Saya tidak dapat menjelaskan alasannya...
tetapi saya sungguh menyukai kamu

ce :
Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan
kepada saya, bagaimana kamu dapat berkata
kamu menyukai saya ?
bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai
saya ?
co :
Saya sungguh tidak tau alasannya,
tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya
mencintai kamu.

ce :
Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan
alasannya. Pacar kawan saya dapat berkata
kepada kawan saya bahwa dia mencintai
kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!
co :
Ok ok!!!! Hmm karena kamu cantik,
karena suaramu enak didengar,
karena kamu penuh perhatian,
karena kamu mengasihi,
karena kamu bijaksana,
karena senyummu,
karena setiap gerakkanmu.


Sayangnya, beberapa hari kemudian,
sang cewek mengalami kecelakaan dan
mangalami koma.

Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya,
dan isinya sebagai berikut :

Kekasihku,
Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu...
Sekarang dapatkah kamu berbicara?
Tidak!
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena kamu penuh perhatian dan peduli
maka saya menyukaimu...
Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena senyummu,karena setiap gerakanmu
maka saya mencintaimu.
Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak?
Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Jika cinta memerlukan alasan, seperti sekarang,
maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk
mencintai kamu lagi.


Apakah cinta memerlukan alasan?
TIDAK!
Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu
dan Cinta tidak memerlukan alasan.

Tetapi jika cinta tetap memerlukan alasan...
maka alasannya hanya satu...
Aku Mencintaimu karena Tuhan...

Zodiac

2:33 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)


SCORPIO:. The Sex Addict
Can be mean.
EXTREMELY sexy. Intelligent. Energetic. Predict future.
Most erotic. Absolutely amazing in bed. Always get what they want.
Sexy. Attractive.. Secretive. Have a strong competitive nature.
Easy going. Loves being in long relationships. Talkative. Inquisitive.
Has the tendency to manipulate and control. Are not apt to wearing
their heart on their sleeve. The sexiest ever....Romantic. Caring.

LIBRA:. The Lame Lover
Very pretty. Very romantic. Nice to
everyone they meet.
Generous and compassionate. Their Love is one of a kind.
Silly, fun and sweet. Have own unique sexiness.
Most caring person you will ever meet! Amazing in
Bed.
Loves to please people and have difficulty saying no.
Can be easily influenced and indecisive.
Not the kind of person you wanna mess with, you might end up crying.
Finds it hard to let go of the past. The most irresistible.

ARIES:. The Liar
Outgoing. Lovable. Impulsive. Childish.
Erotic. Funny.
Genuinely warm and caring. Has a lot of energy.
Determined to succeed. Can become selfish.
Very demanding in nature.
Excellent kisser. Loud.
Take you on trips to the moon in bed. Sexy. Careless.
Does not always stop and think of their actions.
Loves being in long relationships. Addictive.
The know it all of the
zodiac.

AQUARIUS:. Does It in the Water
Trustworthy.
Sexy. Great kisser. One of a kind. Unpredictable.
Loves being in long-term relationships. Extremely energetic.
Good
leader. Fearless. Does not care what others think.
Ambitious. Brilliant
mind. Has a cosmopolitan out look on life.
Find it hard to stick with one person. Will exceed your expectations.
Desires and need change in life. Not a Fighter, But will Knock your lights out.
Amazing in bed, THE BEST LOVERS BETTER THAN EVERYONE!

GEMINI:. Does Twosomes
Nice. Love is one of
a kind. Great listeners. Very Good in bed.
Lover not a fighter, but will still knock you the out.
Trustworthy. Always happy. Loud. Problem solver.
Talkative. Quick
witted. Outgoing. VERY FORGIVING.
Has a beautiful smile.
Generous. Strong.
Always wants to know everything. Loves to make out.
can be vulnerable to the demands and influence of others. Superficial.
Bores easily. THE MOST IRRESISTABLE.

LEO:.
The Lion in Bed
Great talker. Sexy and passionate. Laid back. Great
kisser
Has a natural fun-loving nature. Unpredictable.
Outgoing.
Loves being the centre of attention and makes sure they are.
Knows how to have fun. Has a natural organizational ability.
Addictive. Attractive. Loud. Loves being in long relationships.
Talkative. Rare to find. Do not mess with them, they'll get you back.
Can be interfering and bossy... ..Good when found.

CANCER:. The Cutie
Most amazing kisser Very high sex appeal.
Great in bed. Empathetic.
Love is one of a kind. Very romantic. Very protective.
Most
caring person you will ever meet! Very sensitive and emotional.
Their intuition can be very accurate. Extremely random and proud of it.
Giving and great in bed. Spontaneous. Great telling stories.
Assesses situations before doing anything. Moody- Cranky.
Does not open up easily to people. Someone to hold on
to.
Not a Fighter, but will Knock your lights out if it comes down to it.

PISCES:. The Piece of Ass
Caring and kind. Smart. Likes to be
the centre of attention Sexy.
Has head in the clouds cloud nine. Has great sex appeal.
Loves having the last word, and often has it. Readily adapt to change.
The best to find, hardest to keep. Fun to be around.
Likes to try new things.
Extremely weird but in a good way. Super good in bed. Good Sense of Humour!!!
Thoughtful. A partner
for life. Can be sensitive.
Follows the leader and lets others do the thinking for them.
Always gets what he or she wants. Loves to joke.
Very popular. Silly, fun and sweet.

CAPRICORN:. The Passionate Lover
Love to bust. Nice. Sassy.
Intelligent Sexy. Predict future.
Irresistible, awesome kisser. Loves being in long relationships.
Great talker. Always gets what he or she wants. Extremely goal oriented
Can be blinded by their own ambition. Very sexy. Coolest.
Loves to own Gemini's in sports. Extremely fun. Loves to joke.
Loves to be your first. . . So you'll never forget. Smart.

TAURUS:. The Tramp
Energizer bunny of the zodiac. Rare jewel!
Patient, loving, warm hearted.
Loves being in long relationships. Likes to give a good fight for what they want.
Determined. Extremely passionate. Sexy as ****. Loves to help people
in times of need. Outstanding kisser. Awesome personality.
Down to earth. Super Stubborn. Can be over indulgent.
Sexual as ****.
Most caring and loyal person you will ever meet! Hard to forget.
Not one to ### with. Do not provoke the bull and have them see
red!!
Are naturally the most sensual and sexiest people on earth!.

SAGITTARIUS:. The Sexy One
Spontaneous. Great in Bed. High
appeal. Great when found.
Loves being in long relationships. The one. So much love to give.
Not
one to mess with. Very pretty. Very romantic. Nice to everyone they meet.
Their Love is one of a kind. Silly, fun and sweet. Have own unique sexiness.
Caring person! Amazing in Bed. Did I say Amazing in Bed?
Not the kind of person you wanna mess with you might end up crying.

VIRGO:. The Virgin
Dominant in relationships. Someone loves them
right now.
Modest. Reserved. Practical. Adapts to change easily.
Always wants the
last word. Caring. Smart. Sexy.
Intellectual. Attractive. Loud. Loyal.
Easy to talk to.
Becomes too involved with idealism. Hard to forget.
Love at first sight. Everything you ever wanted.
The one and only. Ultimate sexiness. Perfectionist.
Can have a nerves energy driving them. Easy to
please.
May be too critical to the point that it may damage relationships.


Kangen Kamu... I Miss You...

11:58 AM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)


Mas.. aku lagi kangen ama mas...
tp aku ga bisa apa"...

cm Allah yg selalu menguatkan aku, yg bisa membuatku mengerti akan kepergian mas..

aku yakin ini hanya sementara..
semoga aku mampu melewati ini ya Mas...


I Miss U.....

Pusing -_-

11:48 AM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)


Pusing ... uang dah abis... bayar kuliah lagi tgl 8 ini..... hummm,,,, pusing,,,, pusing,,, pusing,,,,,

ya ampyun... pusingnya minta ampun... harus cari tambahan... tp gmn??
susahnya memenuhi janji..

kau yg kusayang... selalu dukung aku ya.. kasih aku support...
agar aku terus berjuang dan berusaha... cm kamu penyemangat aku... Love you...

Diklat PNS

1:19 PM / Posted By Bee Diaz Prihatama / comment (0)


Mas, moga diklatnya lancar ya..
jaga kesehatan mas.. makan yg teratur dan istirahat yg cukup...
idi selalu berdoa utk kesehatan, dan kesuksesan mas.. Amiinnnn....

klo ada masalah, jenuh atau apapun itu.. bilang sama aku.. cerita sama aku..
aku selalu ada untuk mas..

Love you...